Kisah Sukses Salesman Yang Kini Jadi Pemilik Adyawinsa Group (Markus Maturo)

Fri, Sep 28, 2012

Wirausaha

Kisah-Sukses-Anak-Penjual-Gado-gado

Jangan pernah meremehkan pekerjaan salesman. Seringkali sebagai seorang salesman adalah pekerjaan tidak bergengsi yang levelnya paling bawah, bahkan seringkali pula di pandang sebelah mata. Padahal justru pekerjaan salesman yang sering bertemu banyak orang akan menambah relasi dan otomatis juga membuka pintu rejeki lain. Seperti kisah Markus Maturo yang berawal dari salesman dan kini sukses menjadi bos Adyawinsa Group, simak kisahnya di bawah ini:

Kemauan untuk belajar dan total memanfaatkan kesempatan menjadi kunci kesuksesan Markus Maturo dalam menjalankan bisnis. Mengawali karier dari nol sebagai seorang salesman, kini Markus telah menjadi juragan enam pabrik.

Mengalir bak air di sungai. Itu gambaran perjalanan karier Markus Maturo, pemilik Adyawinsa Group. Meski tidak pernah bermimpi menjadi pengusaha, ternyata, saat ini dia sukses berbisnis dengan memiliki sedikitnya enam pabrik.

Lewat bendera Adyawinsa Group, Markus mengelola usaha di bidang otomotif dan nonotomotif. Di bidang otomotif, dia memiliki empat pabrik, yakni dua pabrik stamping bernama PT Adyawinsa Dinamika Karawang dan PT Adyawinsa Stamping Industries, satu pabrik pengolahan plastik bernama PT Adyawinsa Plastic Industries Karawang, dan satu pabrik interior mobil Adyawinsa New World Autoliner yang beroperasi di Thailand.

Di luar otomotif, Markus memiliki dua pabrik. Satu pabrik bergerak di bidang telekomunikasi bernama PT Adyawinsa Telecommunication & Electrical dan satu pabrik di bidang solar panel bernama PT Adyawinsa Electrica & Power.

Sedikitnya, ada 65 perusahaan yang sudah bermitra dengan Adyawinsa Group. Antara lain Suzuki, Daihatsu, General Motor Indonesia, Mitsubishi, Toyota, Meiwa Indonesia, Sharp, Philips,Toshiba, Panasonic, Telkom Indonesia, Spinner, Indosat, Ericsson, Huawei, dan SCS Agit.

Melihat luasnya bidang usaha Adyawinsa Group, mungkin Anda mengira ini kelompok usaha milik keluarga konglomerat. Salah. Adyawinsa Group bukan warisan keluarga. Markus sendiri yang membangun grup usaha ini dari nol. Selulus dari Akademi Teknik Mesin Indonesia (ATMI) Solo, Jawa Tengah, pada 1991, dia bekerja sebagai kepala proyek di perusahaan konstruksi. “Orang tua mau membiayai saya kalau saya kuliah di ATMI,” kata anak penjual gado-gado ini.

Markus hanya bekerja di Solo selama enam bulan. Sebab, ia diminta untuk bergabung di perusahaan sang kakak bernama PT Enceha Pacific yang saat itu bergerak di bidang perdagangan epoxy tooling. “Saya jadi tenaga penjual,” kenangnya.

Selama menjadi salesman, Markus sering berinteraksi dengan perusahaan komponen otomotif. Hingga pada suatu hari, dia bertandang ke satu pelanggan: Inoac Indonesia, perusahaan yang memproduksi jok dan interior mobil. “Engineer Inoac sedang pusing saat itu karena komponen stay headrest pesanan Toyota banyak yang direjek,” tutur suami dari Ariyanti Koswara ini.

Inoac pun menawari Markus memproduksi komponen tersebut. Karena merasa tidak memiliki peralatan produksi, ia menanyakan alamat pemasok stay headrest yang ada di Tangerang dan Cibubur. “Saya pun membeli 10 biji di Cibubur,” kenang lelaki kelahiran Kroya, Jawa Tengah, 2 Maret 1970 ini.

Hanya mengamplas

Komponen yang Markus beli memang seret ketika dimasukkan ke stoper. Dia pun berinisiatif untuk mengampelasnya. “Mereka puas. Order pun ditambah menjadi 100 biji. Saya masih ampelas sendiri. Hingga akhirnya, mereka pre-order hingga 1.000 biji,” katanya. Markus lantas merekrut pengangguran di sekeliling rumahnya. Sembari memenuhi order, dia tetap bekerja di perusahaan sang kakak.

Ketika order meningkat hingga 10.000 biji, mau tidak mau, Markus harus meningkatkan produksi. Tahun 1994, bermodal Rp 25,7 juta, dia membeli beberapa mesin pres dan mesin bubut. “Karena sudah ada karyawan, saya keluar dari pekerjaan sebagai sales,” kata Markus yang memulai usahanya di garasi berukuran 120 meter persegi (m²) milik sang kakak.

Tahun 1995, Mitsubishi memesan beberapa komponen untuk mobil keluaran baru mereka, yaitu Mitsubishi Kuda. “Awalnya mereka ragu dengan lokasi usaha saya yang dekat pemukiman warga. Mereka minta saya pindah ke kawasan industri,” katanya.

Mitsubishi pun memberikan order dan uang muka yang oleh Markus dipakai untuk membeli lahan seluas 1.400 m² di Jababeka. “Proses pembangunan pabrik butuh waktu 18 bulan. Selama itu, saya tetap produksi di garasi,” katanya. Tahun 1996, orderan datang lagi dari General Motor yang akan meluncurkan Opel Blazer, mereka meminta dibuatkan cover engine.

Usaha Markus terus berkembang, komponen otomotif yang dia produksi pun semakin banyak. Hingga, akhirnya, dia mendapatkan order dari Philips untuk memproduksi komponen rumah lampu (armatur). “Mesin yang kami miliki itu bersifat universal. Bisa untuk komponen otomotif maupun non otomotif,” jelasnya.

Bisnis Markus makin luas. Dia juga merambah dunia telekomunikasi dengan memasok komponen base transceiver station (BTS).

Seiring berkembangnya jenis produk dan meningkatnya pesanan, sampai sekarang Markus terus menambah pabrik. “Sejak tahun 2007, dalam setahun, minimal ada penambahan satu pabrik,” tuturnya. Tahun ini, dia akan menambah satu pabrik dan tahun depan akan menambah dua pabrik lagi. (Fransiska Firlana, J. Ani Kristanti, Sofyan Nur Hidayat/Kontan). Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com

Artikel lain terkait:

, , , , , ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Visitor Phrase:

kisah pengusaha sukses perdagangan, kisah sukses sales mobil, Kisah sukses sales motor, kisah sukses seorang sales, pengalaman jadi sales mobil, kisah sukses salesman, biografi sales sukses, pengalaman sales mobil, sales tersukses, sales mobil sukses, sales mobil paling sukses, jurnal sukses sales mobil, menjadi sales mitsubishi, sales paling berhasil, kisah kesuksesan sales, cerita pengalaman sales, biografi konglomerat, pengalaman opel blazer, cara sales plastik, kisah sukses sales hino, pengalaman jadi sales plastik, pt produsen alat otoMotif dari plastic di tangerang, pusing jadi sales engineer, riwayat markus maturo, sales mitsubishi berhasil, pengalaman jadi sales, pengalamam menjadi sales astra daihatsu, pemilik perusahaan mitsubishi indonesia, pt adyawinsa stamping industries, pt adyawinsa stamping, pengalaman menjadi sales daihatsu, pengalaman sales mitsubishi, perjalanan hidup sales sampai dia sukses, profil bos pt inoac, profil pengusaha bukan warisan orangtua, pengalaman sales engeener, Profil pengusaha sukses di karawang, profil sales sukses, pt adw, pengalaman sales otomotif, pengalaman jadi sales astra Toyota, PT Adyawinsa stamping markus, sales tersukses di indonesia, tips sales mobil berhasil, tips sales sukses di pt orang tua, tips salesman motor, tips sukses menjadi sales mobil, tips sukses sales pakaian, tips untuk jadi sales motor yg sukses, trik dan tips bertemu owner, trik jd sales pakaian, trik sales baju, trik sales otomotif, trik sukses sales motor, trik trik sales mitsubish, tukang jok tersukses, video sales mobil sukses, tips pedagang plastik sukses, tips menjadi sales industri, tips jadi sales mobil, sales toyota sukses, sales yang berhasil didunia, salesman industri berhasil, salesman mobil sukses, salesman paling tua, Sejarah Berdiri PT Adyawinsa plastick industri karawang, sejarah singkat perushaan adyawinsa, seles plastik, siapa pemilik Huawei indonesia, sosok sales girl sukse, sukses jadi sales daihatsu, sukses jadi sales hino, sukses jadi seles engineer, tips jadi otomotif sukses, video seorang sales mobil, adyawinsa logo, contoh orang sukses yang berawal dari dunia sales, counter inoac di klaten, crita sukses pengusaha berawal dari bawah, Gambaran tentang kesuksesan usaha di bidang perdagangan, grup sales mobil, jadi sales engineering yang sukses, jadi sales mobil, karir pabrik dan sales engineer, kiat jadi sales baju sukses, kiat kiat jadi konglomerat, kiat kiat menjadi sales baru mobil, kiat kiat menjadi sales enginer yang sukses, kiat menjadi sales engineer yang sukses, cerita sukses yang berawal dari bawah, cerita sejarah karawang, cerita sales yang sukses, Biografi konglomerat indonesia, biografi markus pendiri pt adw, biografi pemilik toyota, blog pengalaman seorang sales mobil, cara jadi sales mobil, cara jadi sales motor yang baik, cara menjual mobil mitsubishi jadi sales, cara sukses di bidang solar, cara sukses jadi sales motor, cerita dengan sales motor, cerita menjadi seorang sales, Cerita orang sukses karawang, adyawinsa dinamika karawang profile, kiat menjadi usaha channel motor baru yg sukses, kiat-kiat menjadi presales, konglomerat berawal dari pedagang kecil, kunci sukses salesman mobil, menjadi penjual yang sukses, menjadi pre sales sukses, menjadi sales daihatsu, menjadi sales engineer, menjadi sales komputer, menjadi sales toyota, menjadi seorang sales motor dan mobil, pedagang plastik sukses, pemilik pabrik adw di kerawang, pemilik pabrik konglomerat, Pemilik pabrik mobil mitsubsi, kisah-kisah sukses salesman mobil, kisah sukses sales toyota, kisah sukses sales motor baru, kisah dan cerita sales mobil, kisah inspiratif seorang sales mobil, Kisah jadi sales plastik, Kisah kesuksesan seorang sales alat mesin, kisah menjadi sales, kisah penjual motor yg sukses, kisah sales mobil sukses, kisah sales toyota karawang, kisah sukses di bidang perdagangan, kisah sukses karir sales mobil, kisah sukses pedagang plastik, kisah sukses pengusaha sales, kisah sukses sales mobil toyota, pemilik pabrik mobil toyota

Top Footer