Video Kekerasan Polisi Palu SulTeng Senior Ke Yuniornya Beredar

Fri, Feb 20, 2009

Berita, Video

Lagi – lagi contoh yang buruk diperlihatkan oleh salah satu golongan yang notabene harusnya menjadi panutan, bahkan harusnya sebagai pengayom masyarakat. Ya, terasa masih segar dalam ingatan kita berita tentang kejadian kekerasan di IPDN yang merenggut korban, sekarang terjadi lagi kekerasan tersebut.

Kali ini kekerasan terjadi di Asrama Polisi Divisi Kendaraan Taktis (Rantis) Samapta Paboya, Palu Sulawesi Tengah. Kekerasan yang terrekam dengan video amatir handphone ini videonya beredar luas di wilayah Sulawesi Tengah.


Di video tersebut tampak kekerasan seperti menampar, memukul, menendang dilakukan 4 anggota senior polisi Samapta Paboya terhadap seorang anggota polisi yuniornya. Diketahui nama anggota yunior yang mengalami kekerasan yang terrekam videonya ini bernama Haidir.

Menurut beberapa sumber, sewaktu 4 anggota polisi senior tersebut mendatangi Haidir, korban sebenarnya dalam kondisi sakit. Seperti terlihat di awal rekaman video, korban yang mengenakan kaos kuning bertuliskan Operasi Sintubu Maros dan sedang istirahat berbaring, di datangi ke 4 polisi senior tersebut dan di paksa untuk berdiri, kemudian dengan brutal ke 4 anggota senior menghajarnya.

Benar – benar saya pribadi tidak habis pikir, kenapa harus dengan kekerasan seperti itu. Terlepas mereka polisi atau bukan, yang jelas perilaku kekerasan sangat tidak dibenarkan.

Bisa anda bayangkan, apa yang akan terjadi pada negeri ini bila generasi muda calon pemimpin, calon pengayom seperti polisi (maupun yang lainnya) melegalkan kekerasan? Nyawa nggak akan ada harganya…

Artikel lain terkait:

, , , , , , , , ,

13 Responses to “Video Kekerasan Polisi Palu SulTeng Senior Ke Yuniornya Beredar”

  1. Paul Says:

    Qlo berani 1-1 jangan keroyokan……?
    Kalah dong sm ryan yg berani di keroyok sm polisi……!
    Slm katro bwt seniornya…….!

  2. Graf Hyazinth Strachwitz von Gross-Zauche und Camminetz Says:

    Yaaa… Jangan harap masyarakat jadi beradab kalo polisinya saja sudah BIADAB!!!

  3. aris Says:

    yang mukulin binatang itu bukan manusia, bahkan derajatnya lebih rendah dari manusia…
    dasar binatang lo baru jadi senior aja belagu, beraninya cuma sama juniornya, senior tai itu

  4. nies Says:

    Astagfirullahaladziim!!!!!!!!!!!!!!
    hemmmmm aparat ko banyak mudharatnya sich????mendzalimi terus kerjaanya……
    sedih saya dengarnya berarti bener dong anggapan masyarakat saat ini bahwa aparat itu keparat!!!!!!!!!!!!!

  5. onthonk Says:

    gw punya banyak tman-tman polisi di palu… memang mereka beraninya main keroyokan bukan hanya yuniornya saja… dapat cewe nakal aja mereka mainin dengan keroyokan/antrian, mana gak mau bayar lagi….

  6. riera Says:

    ha bener juga to paul kalo berani satu lawan satu kalo keroyokan tu mahasiswa banyak yang maen kroyokan.
    aku prihatin sama generasi muda sekarang pada gak bener semua . kalo pun ada yang baik citra nya ikut buruk gara2 yang lain.
    buat korban jangan takut lapor polisi , kalo gk gitu pakek media massa pasti berhasil oc semagat

  7. admin Says:

    @ onthonk
    bro onthonk, beneran tuh kayak gitu? parah banget dah…

  8. ambon Says:

    POLMAS tidak lebih dari kampanye untuk mencari duit, aku setuju kalau polisi dibubarkan saja karena polisi hanya membuat masalah tidak ada suatu masalah yang selesai dengan bijaksana kalau sudah ada namanya POLISI. karena POLISI tempatnya korupsi dan pungli secara berjamaah dan terstruktur.

  9. hancoock Says:

    F**K THE POLICE…………….

  10. cinta Says:

    aduh Aparat2…..!!!
    gimana ya Q punya AParat nech hahahaha……..!!

  11. markorius Says:

    kekerasan bukan bagian dari tindakan yang bijak. dalam membina gunakan cara yang persuasif dan cukup hanya dengan tindakan fisk saja mis : push up, jungkir, guling, merayap ddll. jangan sampai kontak fisik seperti pemukulan yang diluar batas. BY marko, ALUMNUS AKADEMI KEPOLISIAN 2002

  12. Frans SS Says:

    Jadi gimana nih, masih ada yg berminat masuk IPDN, AKPOL, & Akademi TNI atau mau masuk SPN, Secatam TNI, Secaba TNI, Diklat PK, STIP, dll. Gue beritau buat lu smua nih ya, SEMUA ITU SAMA SAJA, OK. Kenapa bila melanggar peraturan harus dipukul ? Jwbnya adlh karena Berani berbuat berarti berani bertanggung jwb, org indonesia asli dipukul dulu baru jalan, dikerasi dulu baru tangguh, gunanya utk membentuk karakter yg Ksatria Fisik maupun Mental makanya bangsa Belanda menyebut kita dg istilah “Inchlander”. Pembinaan Militeristik di RI masih belum apa2nya bila dibandingkan dengan pembentukan Unit Komando Inggris (SAS), Kepolisian Khusus So19 di Swedia, Detachcment 909 di Rusia, dsbnya di Luar negeri sana. Paling keras itu adlh di USMC Navy SEAL milik Amrik dimana Kadet(siswa) yg melakukan pelanggaran akan dipukul instrukturnya pada bagian dada yg sblumnya dimasukkan SEGUMPAL PAKU PAYUNG pada pakaian PDLnya/jaket latihan, ngeeriii deh. Saran & Kritik silahkan layangkan ke franssinarta@ymail.com

  13. bucex Says:

    poliisiii taiii anjjiiinnggg…..

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Visitor Phrase:

link vidio polisi gey, penyiksaan siswa stip, bokep gay aparat, aparat bokep, video gay polisi blog, blog video bokep gay, linkbokep polisi, videogaypalu, polisi gay palu twitter, polisi gay video blogspot com, video 3gp gay polisi blog, video polisi gay blog, video bakep gay polisi, video blog bokep gay, video bokep gay indonesia blogger, video kekefasan di IPDN, video gay akademi kepolisian, video gay aparat, video gay blog asli, video gay palu, video bokep gay polisi & TNI, link bokep gay polisi asli indonesia punya, blog bokep gay indonesia, blog bokep polisi indonesia, blog video 3gp gay polisi, blog video bokep gay indo, blog video gay dengan binatang, blog video gay kekerasan blogspot com, blog video gay polisi asli, blogger bokep keroyokan, blogger gay vidio keroyokan, blogger link bokep gay, blogger tni gay indo video, bokep blogspot polisi, download bokep aparat tni in do, download video bokep palu, dwounlod bokep tni gay, gay di palu, Indo punya gay video, www blogspot gay video

Top Footer