Profil Pengusaha Muda Sukses Lulusan SMA, Wirausaha Peyek & Geplak

Thu, Dec 8, 2011

Wirausaha

Profil_Pengusaha_Sukses_Lulusan_SMA

Arifdiarto Ambar Wirawan alias Kelik, sukses tidak harus menjadi sarjana dahulu.

Kebanyakan lulusan perguruan tinggi yang sudah menjadi sarjana, bekerja di kantoran dengan setelan jas yang parlente dan mendapat gaji banyak dengan pangkat yang tinggi adalah hal yang menjadi mimpi mereka. Tapi, apakah mimpi itu semanis kenyataan yang ada? Sama sekali tidak. Bagi kalian yang sudah sarjana dan masih menjadi pengangguran, tidak ada salahnya anda menjadi seorang pengusaha. Menjadi pengusaha itu tidak akan menjadi anda hina atau mendadak tidak diakui kesarjanaan anda.

Dan jangan sekalipun meremehkan hal kecil dan jangan sekalipun meremehkan orang yang tidak selevel anda kesarjanaannya. Simak kisah seorang lulusan SMA yang sukses menjadi pengusaha muda yang menggeluti usaha makanan ringan dan jika dibandingkan dengan gaji seorang manajer bank, penghasilan pengusaha muda ini jauh berlipat lebih besar.

Kelik, Lulusan SMA yang Jadi Pengusaha Sukses

Meski hanya lulusan sekolah menengah atas, Arifdiarto Ambar Wirawan (35) atau yang akrab disapa Kelik berhasil menjadi pengusaha sukses. Usaha geplak dan peyek tumpuk yang sudah digelutinya selama 10 tahun ini mampu meraih omzet hingga Rp 60 juta per bulan.

Dengan margin 30 persen, Kelik bisa menyisakan keuntungan sekitar Rp 18 juta per bulan. Nilai yang luar biasa bagi pengusaha di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Meski sudah sukses, ia belum merasa puas. Penambahan cabang gerai baru di kota lain menjadi obsesinya ke depan.

Kelik membuka usaha geplak dan peyek tumpuk bersama istrinya, Sri Kasih (32), di Jalan Wahid Hasyim, Bantul. Toko berukuran 5 x 8 meter itu berdampingan dengan rumah tempat tinggalnya sekaligus lokasi produksi. Dulu, toko itu hanya berupa bangunan bambu, tetapi kini sudah berkembang menjadi bangunan permanen dengan desain lebih menarik.

Dalam sehari, Kelik membutuhkan sekitar 2,5 kuintal gula pasir untuk membuat geplak. Untuk peyek tumpuk, ia butuh sekitar 50 kilogram kacang dan 25 kilogram tepung beras per hari. Untuk membantunya berproduksi, ia mempekerjakan 20 tenaga kerja.

Apa istimewanya geplak buatan Kelik. Menurut dia, ia hanya menggunakan gula asli tanpa pemanis sehingga rasa manisnya lebih mantap. Tak heran jika geplak yang dijual seharga Rp 16.000 per kilogram itu laris manis. ”Kalau bentuknya hampir sama produk milik orang lain, tetapi dari segi rasa, konsumen bisa membedakannya,” katanya.

Untuk membuat geplak, ia memakai kelapa, gula, dan aroma sesuai selera. Proses pembuatan geplak diawali dengan pemarutan kelapa lalu santannya ditempatkan di kuali dan dicampur dengan gula kemudian diaduk. Setelah dinaikkan ke tungku sekitar 4 jam, lalu diturunkan dan diberi aroma, olahan itu kemudian dibentuk dan diangin-anginkan selama 10 menit.

Menurut Kelik, produknya yang dinilai istimewa adalah peyek tumpuk. Sesuai dengan namanya, peyek tersebut dibuat dengan cara menyusun sehingga membentuk rangkaian peyek. Berbeda dengan peyek pipih yang dimasak dengan satu kali penggorengan, peyek tumpuk digoreng selama tiga kali.

Pertama, penggorengan dimaksudkan untuk membuat susunan peyek. Setelah terbentuk susunan, peyek dipindahkan ke penggorengan kedua. Pada penggorengan pertama, nyala api harus kuat agar efek panasnya tinggi. Tujuannya supaya kacangnya bisa lekas matang. Di penggorengan kedua, nyala api justru lebih kecil karena tujuannya supaya peyek secara keseluruhan bisa matang. ”Kalau apinya terlalu besar, bisa gosong,” ujar bapak tiga anak ini.

Sebelum masuk ke penggorengan terakhir, peyek terlebih dahulu diangin-anginkan selama semalam. Tujuannya supaya peyek benar-benar renyah dan gurih. Peyek tersebut dijual seharga Rp 32.000 per kilogram. Untuk proses pengapian, ia memanfaatkan tempurung kelapa.

”Untuk membuat peyek dan geplak, dalam sehari saya butuh sekitar 750 butir kelapa. Kalau tempurungnya tidak saya manfaatkan kan sayang. Hitung-hitung, ongkos produksi bisa ditekan, apalagi harga gas dan minyak tanah sudah sangat mahal,” katanya.

Ide pembuatan peyek tumpuk sebenarnya berasal dari mertuanya yang kebetulan bernama Mbok Tumpuk. Sebagai menantu, Kelik berhasil meningkatkan usaha mertuanya dengan tetap mempertahankan nama Mbok Tumpuk sebagai identitas produknya.

Menurut Kelik, membuka usaha di bidang makanan awalnya tergolong susah. Karena belum dikenal masyarakat, biasanya penjualan masih minim. Kalau tidak kuat, si pengusaha bisa saja memutuskan untuk berhenti.

”Bagi saya, usaha butuh konsistensi. Meski awalnya tidak laku, saya harus terus berproduksi. Saya tidak boleh menyerah. Konsistensi juga faktor utama untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan,” paparnya.

Selain konsistensi, lanjut Kelik, faktor kejujuran juga memegang peranan penting. Kepada pembeli, ia selalu menginformasikan soal masa kedaluwarsa produknya. Kalau waktunya tinggal sedikit, ia menyarankan pembeli tidak mengambilnya, apalagi jika peyek atau geplak tersebut akan dibawa ke luar kota.

Kelik hanya menjual geplak dan peyeknya di toko sendiri. Ia sengaja tidak menitipkannya ke toko-toko lain meski banyak permintaan. Ia khawatir bila dititipkan, harga dan kualitas tidak bisa terkontrol. ”Bisa saja di toko lain produk kami dijual sangat mahal. Mereka juga bisa saja menjual produk kedaluwarsa. Kalau sudah begitu, citra kami pasti hancur,” katanya.

Ia berharap bisa membuka gerai sendiri di kota-kota besar. Dengan pengendalian sendiri, ia yakin usahanya bisa maju karena semuanya lebih terkontrol. Sampai sekarang saja, Kelik bersama istri masih terlibat langsung dalam proses peracikan bumbu.

”Jangan terlalu percaya dengan karyawan. Semuanya harus kami monitor selama kami masih sanggup,” ujarnya. Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com

Artikel lain terkait:

, , , , , , ,

2 Responses to “Profil Pengusaha Muda Sukses Lulusan SMA, Wirausaha Peyek & Geplak”

  1. finomoco Says:

    Selamat Massss

  2. gurusatap Says:

    walah. Lha kalau ini sih numpang nama mbok tumpuk saja. lha wong mbok tumpuk itu sudah kondang sejak lama kok Mas brow..
    gurusatap´s last blog post ..Kisah Simbah

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Visitor Phrase:

wirausaha sukses, wiraswasta sukses, profil pengusaha makanan, profil pengusaha muda sukses, wirausaha yang sukses, Wira usaha sukses, kisah sukses wirausaha makanan, Contoh profil wirausaha, pengusaha sukses kuliner, biografi pengusaha makanan, kisah pengusaha kuliner, penghasilan pengusaha muda, hobi para pengusaha muda, kisah sukses pengusaha muda, kisah sukses penjual rempeyek, kliping kewirausahaan yang sukses, profil wirausaha kuliner, pengusaha kuliner rempeyek, profil pengusaha di bidang makanan, profil pengusaha umkm, usaha kecil menengah yang sukses, contoh wira usaha, contoh pengusaha makanan yang sukses, biografi pengusaha muda makanan, biografi orang sukses dalam berwirausaha, agar bisa sukses sekalipun tamat sma, pengusaha sukses bidang makanan, SMA Pengusaha, profil wirausahawan sukses di jogjakarta, profil wirausahawan makanan sukses di jogjakarta, Profil pengusaha muda indonesia bidang makanan, profil wirausahawan jogja, biografi orang sukses wirausaha kuliner, profil pengusaha muda sukses lulusan sma wirausaha peyek dan geplak, biografi orang sukses berwirausaha, profil ukm yang sudah berhasil, tokoh sukses penjual makanan, Usaha jualan rempeyek, biodata tokoh yang sukses di bidang makanana, Www wirausaha kecil, wirausaha2 yg sukses, arifdiarto ambar wirawan geplak modal, berwirausaha setelah lulus sma, wirausaha makanan, biodata Arifdiarto Ambar Wirawan, wiraswasta bidang makanan, wiraswasta, wirasuasta peyek, wira usaha yang sukses, kumpulan usaha kecil sukses, usahawan kuliner sukses, usaha wiraswasta yang sukses, profil pengusaha makanan muda sukses, biografi orang yang sukses berwirausaha, biografi orang-orang sukses dalam berwirausaha, contoh pengusaha ukm yang sukses, kisah sejarah dan identitas seorang wirausahawan yang sukses, contoh profil wirausaha produk, Jual gepla, contoh profil wirausahawan, gambar kewirausahaan sukses, foto pengusaha muda lengkap dgn setelan jas, foto pebisnis sukses, foto kewirausahaan sukses, entrepreneur muda indonesia, Contoh propil seorang pedagang makanan ringan, kisah sukses penjual peyek, contoh propil usaha peyek, contoh biografi singkat seorang penjual tas sukses, Profil orang sukss di bidang pengolahan, profil orang sukses wirausaha, profil orang sukses dalam wirausaha, profil orang masih muda sukses karena berwirausaha, pewek muda, pengusaha ukm yg sukses, pengusaha muda yang berhasil dan sukses di bidang kuliner, biografi pengusaha ukm, cerita mimpi pengusaha rempeyek, cerita sukses bisnis peyek, kisi-kisi ukm sukses, contoh susunan biografi pengusaha sukses

Top Footer