Ni Wayan Mertayani – Profil Anak Pemulung Berprestasi Dunia

Tue, Mar 8, 2011

Berita

Ni-Wayan-Mertayani-Profil-Anak-Bangsa-Berprestasi

Kalau melihat ABG – ABG sekarang yang sok – sokan pakai Blackberry, pake behel, tenteng – tenteng kamera DSLR berharga puluhan juta yang belum tentu bisa memakai fitur – fitur didalamnya, rasanya saya risih dan muak sekali, apalagi mereka mendapatkan barang tersebut dari hasil merengek orang tuanya. Ini bukan tentang masalah iri tentang kekayaan. Ada baiknya kita simak sejenak berita yang saya copy paste dari beberapa website tentang kisah si Ni Wayan Mertayani – Profil Anak Pemulung Berprestasi Dunia.

Penasaran dengan Ni Wayan Mertayani dan apa prestasinya? Silahkan simak berita di bawah ini dan silahkan anda beri komentar.

Profil-Ni-Wayan-Mertayani

Ni Wayan Mertayani: Gadis Pemulung dari Bali, Menang Lomba Foto Internasional Museum Anne Frank

Alur hidup Mertayani bisa dikatakan hampir mirip Anne Frank. Sama-sama hidup dalam tekanan, tapi penuh harapan dan cita-cita. Dan, ternyata Mertayani pun mengagumi Anne Frank setelah membaca bukunya yang sesungguhnya sebuah diary.

Ada kemiripan hidup antara Mertayani dan Anne Frank. Sama-sama ditekan dalam sebuah kondisi yang begitu menyulitkan. Bedanya, Anne yang keturunan Yahudi besar di bawah tekanan tentara Nazi pada masa itu, sementara Mertayani besar di bawah tekanan ekonomi.

Kondisi ekonomi yang sangat sulit memaksa Mertayani harus dewasa di usianya yang masih 14 tahun. Sehari-harinya, Mertayani membantu ibunya berjualan asongan di pinggir pantai selain menjalani tugas belajar sebagai siswi di SMPN 2 Abang. Kadangkala, dia ikut mencari barang rongsokan di tepi pantai.

Mertayani merupakan putri sulung almarhum I Nengah Sangkrib dan Ni Nengah Sirem. Sejak ayahnya meninggal, Mertayani tinggal bersama ibunya Ni Nengah Sirem dan adiknya Ni Made Jati. Sejak itu pula, tiga wanita ini berjuang untuk melanjutkan hidupnya dari hari ke hari dengan berjualan atau mencari barang rongsokan.

Aktivitas ini sama sekali tak pernah terbersit dalam benak Mertayani untuk dilakoni. Namun ketabahan ibunya dalam menjalani itu semua membuat Mertayani cuek terhadap cibiran di sekelilingnya. Dan, siapa menyangka, dari aktivitas mengasong dan mencari barang rongsokan, Mertayani justru kenal dengan para wisatawan. Termasuk Mrs Dolly Amarhoseija yang meminjamkan kamera digital serta mengajarkan Mertayani cara membidikannya.

Mertayani sendiri mengaku kagum dengan sosok Anne Frank. Sosok belia ini penuh dengan harapan dan cita-cita meski kenyataannya hidup dibawah tekanan. “Saya mulai mengaguminya (Anne Frank,Red) sejak membaca buku-bukunya,” kata Mertayani.

Dari bacaan itu juga, Mertayani seperti mendapat sokongan semangat bahwa hidup itu memang harus dijalani. Suka duka harus diarungi tanpa harus menanggalkan cita-cita atau harapan. Soal cita-cita, Mertayani sendiri mengaku hendak menjadi wartawan.

Apa yang dialami Mertayani itu ternyata tak berlebihan. Ibunya, Ni Nengah Sirem menuturkan bagaimana pedihnya membesarkan Mertayani dan adiknya, Ni Made Jati. Saat menerima kenyataan bahwa harus ditinggalkan suaminya, Ni Nengah Sirem harus berjuang seorang diri membesar dua putrinya.

Pernah sekali waktu, saat dirinya mencari rongsokan, Sirem dikerjai. Ceritanya, saat itu dirinya sedang sibuk mencari barang rongsokan di tepi pantai. Kemudian, ada seseorang mengatakan bahwa ada tempat yang banyak terdapat barang rongsokannya. Mendengar itu, Sirem langsung bergegas ke tempat tersebut. Tak dinyana, sesampainya di sana bukannya barang rongsokan yang ditemuinya, melainkan bangkai anjing. “Saya cuma bisa bersabar saja,” kata Sirem saat mendampingi Mertayani.

Meski hidup serbakekurangan, ada satu hal yang selalu diajarkan Sirem kepada dua orang puterinya yakni keikhlasan. Karena itulah rumah Mertayani kerap didatangi para wisatawan. Bahkan, sampai ada yang menginap dan Sirem harus menyediakan makanan dengan memotong beberapa ekor ayam peliharaannya.

”Tempo hari ada tamu cewek-cewek dari Italia. Mereka menginap di sini. Mereka nggak keberatan tidur di atas bale. Karena tempat tidur yang kami punya memang hanya itu saja,” pungkas Sirem.

Dengan prestasi yang diperoleh Mertayani, Sirem kini tambah semangat. Apa yang dia yakini dan lakukan selama ini ternyata tidak sia-sia. Dia pun berharap, anaknya itu bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya.

Sumber: http://www.indonesiaberprestasi.web.id/?p=5411

Foto-Menang-Ni-Wayan-Mertayani

Nl WAYAN MERTAYANI AYAM DAN MIMPI JADI WARTAWATI

Dengan langkah malu-malu, Ni Wayan Merta-yani, 14 tahun, menemui sejumlah wartawan di Radio Netherlands Training Centre di Hilversum, Belanda, Kamis pekan lalu. Dia hanya mengenakan jumper- jaket tipis bertutup kepala-berwarna abu-abu, kaus oblong, dan sepatu kets. Matanya langsung berbinar melihat para kuli tinta menyingkirkan udara dan angin dingin yang berembus kencang menggigit kulit. Maklum, Wayan amat terobsesi menjadi wartawati.

Buku The Diary of Anne Frank, tentang Annelies Marie FVank alias Anne Frank, menginspirasinya untuk rae-matri cita-cita terse-but Dolly Amarhosoija, tuns asal Belanda. adalah orang yang memperkenalkan gadis asal Ban-iar Biasiantang, Desa Purwakerti. Kecamatan Abang. Karangasem, itu dengan sosok Anne yang menjadi korban Holocaust di Amsterdam, Belanda.

Tak cuma buku, Wayan juga meminjam kamera foto milik Dolly. Dia membuat 15 foto dengan kamera itu. Jepretan terakhirnya adalah sebuah potret pohon ubi karet denganda -han tanpa daun yang tumbuh di depan rumahnya. Seekor ayam bertengger di salah satu dahan, serta handuk berwarna merah jambu dan baju keseharian yang dijemur di bawahnya.

Tak dinyana, foto sederhana itu memikat 12 fotografer kelas dunia dari World Press Photo yang menjadi juri lomba foto internasional 2009, yang digelar Yayasan Anne Frank di Belanda. Tema lomba yang yang diikuti 200 peserta itu adalah “Apa Harapan Ter-besarmu?” Wayan menjelaskan, ayam itu simbolisasi diri dan kehidupannya. “Ayam itu kalau panas kepanasan, hujan kehu-janan. Sama seperti saya,” ujarnya.

Sulung dari dua bersaudara ini memang berasal dari keluarga miskin. Ibunya, I Nengah Kirem, 52 tahun, sudah bertahun menderita ginjal dan ha-rus bekerja serabutan. Ayah Wayan telah meninggal. Mereka tinggal di gubuk berdinding bilik bambu dengan satu kamar tidur.

Untuk menopang kehidupan, tiap sore hingga gelap menyergap, pelajar kelas HI SMP Negeri 2 Abang, Karangasem, itu berjualan kue jajanan di Pantai Kadang. Jika dagangannya laku, dia bisa memperoleh pendapatan hingga Rp 50 ribu. Tapi lebih sering dia rugi karena banyak yang tidak bayar. “Atau kalau tak habis saya makan sendiri, jadi ya rugi,” ujar Wayan tersipu.

Dia mengaku punya puluhan ayam dan bebek serta beberapa ekor kambing. Ayam-ayamnya pun dibiarkan berkeliaran tak dikandangkan. Terkadang Wayan harus menyabit rumput untuk memben makan kambingnya sebelum berjualan. Namun, di sela kehidupan keras yang dilaluinya, Wayan biasa meluangkan waktu dengan membaca di perpustakaan milik Marie Johana Fardan, tetangganya yang warga Belanda pemilik vila Sinar Cinta di Pantai Amed.

“Sudah dua tahun dia menjadi langganan tetap perpustakaan. Dia menyukai buku Anne Frank itu,” ujar Marie, yang mengantar Wayan dan adiknya, Ni Nengah Jati, terbang ke Belanda.

Negeri Kincir Angin menjadi tempat pertama Wayan mengenal dunia di luar Bah. Wayan mengaku .senang bisa menjejakkan kaki di Belanda, yang menurut dia bersih, ramai, meski cuacanya kurang bersahabat. “Senang tapi makanannya tidak enak, mentah-mentah. Lebih enak jajanan saya,” ujarnya disambut tawa hadirin.

Dari Yayasan Anne Frank, Wayan menerima hadiah berupa kamera saku dan sebuah komputer jinjing dari Radio Netherlands Wereldomroep. Rencananya, jika Yayasan Anne Frank mengadakan acara di Bali, dia akan diundang untuk memamerkan foto-fotonya. Radio Netherlands juga menawarkan tempat untuk Wayan mengirim cerita pendek atau tulisan-tulisannya untuk disiarkan.

Wayan berharap bisa menyelesaikan sekolah dan mewujudkan cita-citanya menjadi jumalis. Sepulangnya dari Belanda, ia mendapat kabar gembira berupa kelulusannya dari ujian nasional. “Saya ingin membahagiakan ibu saya,” ujarnya sendu. Matanya bulat menerawang. Dia sangat sadar kemiskinan mengancam kelanjutan pendidikannya. “Anne Frank lebih susah hidupnya. Jika dia tak mengeluh, saya juga seharusnya tidak,” ujarnya kemudian.

Sumber: http://bataviase.co.id/node/213068

Artikel lain terkait:

, , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Visitor Phrase:

Biografi Ni Wayan Mertayani, Cerpen yang bertema kewirausahaan, gadis pemulung berprestasi dunia, kumpulan cerpen Bertema kewirausahaan, anak miskin berprestasi, contoh profil seseorang, contoh artikel profil seseorang, biografi niwayan mertayani, cerita Gadis pemulung berprestasi dunia, contoh cerpen yang bertema kewirausahaan, profil siswa berprestasi, contoh artikel profil, biografi siswa berprestasi, cerita tentang gadis pemulung berprestasi di dunia, ni wayan mertayani, Biografi tokoh ni wayan mertayani, biografi pelajar berprestasi, kumpulan cerpen tema kewirausahaan, kisah anak miskin yang berprestasi, orang miskin berprestasi, contoh berita feature tokoh, tgl lahir alamat niwayan mertayani, abg berprestasi, artikel profile seseorang, gadis pemulung berprestasi, cerpen bertopik kewirausahaan, gambar ni wayan mertayani gadis pemlung berprestasi, kisah mahasiswa miskin berprestasi, cerpen yg bertema wirausaha, contoh berita feature biografi, contoh cerpen orang yang berprestasi, biografi tentang anak berprestasi, contoh siswa berprestasi di keluarga miskin, Pemulung berprestasi dunia, biografi pelajar berprestasi di dunia, kumpulan cerpen dengan tema kewirausahaan, biodata Nirwaya Merta Yani, wanita bali berprestasi, biografi gadis pemulung berprestasi, www indonesiaberprestasi web id/p=5411, frofil pemulung berprestasi, Teks biografi gadis pemulung berprestasi dunia, profil tokoh pelajar bali, gadis pemulung berprestasi di indonesia, gadis pemulung berprestasi didunia, profil siswa yang berprestasi, foto ni wayan mertayani, Teks biografi pemulung berprestasi dunia, teks gadus pemulung yang berprestasi, feature siswa berprestasi, feature seseorang, feature profil tokoh, CONTOH-CONTOH CERPEN KEWIRAUSAHAAN DI DUNIA, contoh tulisan tentang profil seseorang, contoh tulisan feature tentang siswa berprestasi, profil orang berprestasi, profil mahasiswa yang berprestasi, Kumpulan isi cerpen tentang kewirausahaan, kisah seorang gadis pemulung berprestasi, kumpulan profil anak berprestasi, mecari cerita anak berprestasi, Mengidentifikasi cerita Gadis pemulung berprestasi dunia, kisah anak miskin berprestasi, Ni Wayan Wartayani, Kesamaan ni wayan mertayani dan anne frank, Kisah seorang siswa miskin brjuang untuk cita citanya, image Ni Wayan Mertayani, kisah anak miskin prestasi, tanggal lahir ni wayan mertayani, ppt cerita gadis pemulung berprestasi dunia, gadis pemulung yang berprestasi di tingkat dunia, Gadis pemulung prestasi dunia, profil biografi remaja berprestasi, gadis pemulung berprestasi dunia ni wilayan mertayani dan adiknya ketika di belanda, kisah siswa miskin berprestasi, contoh teks biografi tentang siswa prestasi, alur dari cerita gadis pemulung berprestasi dunia, biografi anak miskin berprestasi dunia, biografi anak muda berprestasi, biografi anak smp berprestasi, biografi gadis pemulung berprestasi duni, biografi gadis pemulung berprestasi dunia, biografi gadis pemulung prestasi dunia, biografi mertayani, biografi ni wayqn mertqyqni, Biografi niwayan, biografi niwayar mertayani, biogra fi tentang anak berprestasi, biodata siswa berprestasi se indonesia beserta gambarnya, biodata pribadi niwayan mertayani, alur hidup ni wayan mertayani, Anak pemulung berprestasi dunia, Anak pemulung dan berprestasi tapi tidak di sukai teman kerena miskin, anak pemulung yang berprestasi, Apa yg dimaksud reorientasi cerita dari gadis pemulung berprestasi dunia, artikel tentang gadis pemulung berprestasi dunia, bagaimana perasaan orang tua Ni Wayan Mertayani setelah anaknya memenangi lomba foto di belanda, berita anak miskin berprestasi, biodata ni wayan mertayani, biodata niwayan mertayani, biografi pemulung berprestasi dunia, biografi seorang tokoh miskin berprestasi, contoh artikel profil tokoh, contoh artikel siswa berprestasi, contoh artikel tentang profil seseotang, Cerpen anak pemulung yang berprestasi, Contoh cerpen bertema kewirausahaan serta masalah yang dihadapi oleh tokoh, contoh contoh artikel tentang anak berprestasi, contoh feature tentang pemulung, contoh feature tokoh, contoh profil orang berprestasi, contoh profil siswa berprestasi belajar, conto artikel seseorang/, cerpen yg bertema kewirausahaan, Cerpen seorang siswa wirausaha, biografi tentang gadis pemulung berprestasi dunia, biografi tokoh gadis pemulung cantik, biografi tokoh gadis pemulung cantik ni wayan mertayani, biografi tokoh miskin berprestasi, carilah cerpen yang yang bertemakan kewirausahaan, cerita gadis pemulung berperstasi dunia, cerita orang yang berprestasi, cerita tentang gadis pemulung berprestasi dunia, cerpen bertema kewirausahaan bebek, cerpen kewirausahaan pemulung, Contoh riwayat hidup dari kelurga miskin yang berprestasi

Top Footer